Puisi “PEKALONGAN, KOTA SANTRIKU”

Standar

Nek, dulu kau berkata
Pekalongan bakal menggema ke mana-mana lewat kota santrinya,
Pekalongan bakal terkenal di jagad internasional
Eriyah, sang primadona desa kaliboja,
Ari Yustisia Akbar, sang jawara olimpiade kimia tingkat dunia,
Siapa yang tak kenal?

Nek, kini terbukti sudah
Pekalongan telah banyak berubah
Sinar kotanya menerangi kegelapan berjuta jiwa rakyat yang ada
Cahyanya menghangatkan suasana kehidupan umat beragama

Apalagi kini, Pekalongan di bawah pimpinan ibu Bupati
Kemajuan pembangunan muncul di sana-sini
Pekalongan makin maju oleh banyak dosen dan guru
Yang siap mengatasi ketertinggalan pengetahuan dan ilmu

Nek,aku yakin, bila besok kau telah pulang dari Jedah
Tentu Nenek akan betah tinggal bersama Ibu Qomariyah
Bupati Pekalongan yang telah banyak membawa berkah

Nek, sungguh aku sangat senang
Tinggal di pekalongan, kota santriku yang amat tenang…..

Paninggaran, 20 Agustus 2008

Oleh : VIRDHA ANGGYTA

Kelas VI SDN 01 Paninggaran
Pekalongan 51164

Iklan

About sastrabocah

Sardono Syarief Lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Pendidikan: SD, SMP, SPG ditempuh di kota kelahiran, Pekalongan. Melanjutkan ke D-II dan S1 PGSD di UPBJJ Semarang dan Purwokerto, Jateng. Hobi menulis sejak di bangku kelas 6 SD lewat majalah dinding. Berlanjut di SMP hingga SPG Negeri Pekalongan (SMA 3) pada majalah dinding dan majalah sekolah "ASASSI" sebagai kontributor tulisan+anggota Redaksi bagian fiksi dan berita sekolah (1980-1982). Tahun 1983 mulai serius menulis puisi dan cerpen anak di media massa lokal maupun nasional hingga sekarang. Lebih dari 10 buku cerita anak-anak yang telah diterbitkan antara lain; Masih Ada Hari Esok, Anak-anak Kreatif, Roda-roda di Atas Jalan, Kerlip Lentera di Sudut Desa, Taman Mungil di Depan Istana, dll. Pernah juara dalam mengikuti sayembara mengarang naskah buku bacaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta tahun 2003 dan 2004 sebagai juara II dan III. Mulai Juni 2009 ikut bergabung sebagai anggota Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (Agupena) Jawa Tengah yang berpusat di Semarang.

10 responses »

  1. Q tinggal di samarinda,,samarinda yg dulu q kenal tidak seperti dulu lagi,dulu indah dgn alamax skrng,,berubah dgn polusix,,yg dulu bnyk burung berkicau skrng di gati khan lech mesin2 yg tak kenal waktu,,akan kach semua nich khan kembali seperti dulu,,sek on said:

    Ok lach kalo begitue

  2. Buat penulisnya saya acung jempol atas puisimu, bagus. Bagus. Bagus! Dan salut kepada Pak Sardono Syarif karena telah melangkah lebih awal lagi memaknai pembentukan karakter generasi muda lewat puisi. Selamat dan sukses senantiasa menggagas kata hati, merangkai cerita dan puisi. Salam Sastra.

  3. Salut buat Pak Sardono Syarif, yang telah membangun komunitas sastra bocah lewat media ini. Pekerjaan yang tak pernah sia-sia demi bangsa negara ini ke depan karena yang pegang tentulah anak-anak, yang kini Pak Sardono bangun karakternya lewat mencintai sastra. Sekali lagi, salut. terus dan sukses. Salam kekerabatan.

    Kalau ada waktu sudilah mampir ke blog saya, http:/sungkowoastro.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s