Puisi-puisi: Sardono Syarief

Standar

NENEK TUA KETIKA HUJAN LEBAT

Nenek tua ketika hujan lebat
Gontai sendirian mencari lindungan
Sementara kota tak mau iba
Nenek tua diterkamnya dengan kejam
Baju yang membalut badan dilumatnya sampai kuyup
Badan dingin menggigilkan harapan
Tongkat serta kaleng usangnya hanyut
Oleh derasnya arus hujan

Nenek tua ketika hujan lebat
Melayang jiwanya bersama impian hidup kaya
Yang belum pernah tergapai di kehidupan nyata

Nenek tua ketika hujan lebat
Akhiri hayat menghadap Malaikat.

PAGI-PAGI MENUNGGU PENJUAL NASI

Mbok tua penjual nasi
Datanglah segera engkau ke mari
Apakah mbok tua tak mengerti
Di langit timur mentari kian merambat tinggi?

Mbok tua penjual nasi
Tak sabar kiranya kumenunggumu di sini
Jangan lama-lama kaulayani pembeli di sana
Bisa terlambat nanti sekolahku tiba

Mbok tua penjual nasi
Datanglah besok lebih awal lagi
Agar secepatnya perutku terisi
Tidak seperti pagi ini
Kosong melompong
Lapar menemaniku seharian belajar.

HARAPANKU

Mentari terbitlah cepat
Sinari bumimu agar tak tampak pekat
Singkirkan kabut mendung di gunung
Singkirkan awan hitam di kejauhan
Agar dunia tak gelap
Agar dunia tak hitam
Agar dunia tak jadi basah
Oleh hujan yang kan tercurah

Mentari temani aku ke sekolah
Dengan sinar pagimu yang amat cerah.

L U K A

Semburat merah kakiku berdarah
Luka tersandung batu
Tadi pagi ketika hendak mandi di kali

Semburat merah lukaku kian parah
Luka,
Duh………….!!!!
Kapan kiranya kan sembuh?

Paninggaran-Pekalongan, 2009

Iklan

About sastrabocah

Sardono Syarief Lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Pendidikan: SD, SMP, SPG ditempuh di kota kelahiran, Pekalongan. Melanjutkan ke D-II dan S1 PGSD di UPBJJ Semarang dan Purwokerto, Jateng. Hobi menulis sejak di bangku kelas 6 SD lewat majalah dinding. Berlanjut di SMP hingga SPG Negeri Pekalongan (SMA 3) pada majalah dinding dan majalah sekolah "ASASSI" sebagai kontributor tulisan+anggota Redaksi bagian fiksi dan berita sekolah (1980-1982). Tahun 1983 mulai serius menulis puisi dan cerpen anak di media massa lokal maupun nasional hingga sekarang. Lebih dari 10 buku cerita anak-anak yang telah diterbitkan antara lain; Masih Ada Hari Esok, Anak-anak Kreatif, Roda-roda di Atas Jalan, Kerlip Lentera di Sudut Desa, Taman Mungil di Depan Istana, dll. Pernah juara dalam mengikuti sayembara mengarang naskah buku bacaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta tahun 2003 dan 2004 sebagai juara II dan III. Mulai Juni 2009 ikut bergabung sebagai anggota Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (Agupena) Jawa Tengah yang berpusat di Semarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s