MENGARANG, YOK!

Standar

Oleh Sardono Syarief

Saya ingin bisa mengarang. Saya juga ingin bisa terkenal seperti Bapak Ahmad Tohari, pengarang asal Banyumas, Jateng itu. Namun saya belum sempat mulai mengarang sekarang. Saya belum ada waktu untuk mengarang sekarang. Gampang besok atau lusa saya akan memulainya. Tepatnya bila telah ada waktu yang pas bagi saya.
Sepenggal kalimat di atas saya dengar langsung dari mulut teman dekat saya. Mendengar itu, aku senang sekali. Karena dengan demikian, berarti dia punya keinginan untuk bisa berbuat mengarang. Lebih-lebih ingin terkenal seperti Pak Ahmad Tohari. Sungguh, saya amat mendukung cita-cita teman saya yang satu ini! Bahkan sampai-sampai saya sempat penasaran ketika pada suatu saat saya tanyakan kepadanya, apakah keinginan untuk mengarangnya telah dia laksanakan atau belum? Ternnyata jawabnya, b e l u m! Katanya belum punya waktu untuk mengarang. Katanya pula selama ini dia belum sempat untuk memulainya. Lantas, kapan engkau akan memulainya? Begitu tanya saya. Sekali lagi dia menjawab, besok atau lusa kalau sudah ada waktu!
Bukankah engkau selalu punya waktu? Bukankah engkau juga telah ada kesempatan untuk mengarang? Hal tersebut telah engkau buktikan dengan banyak ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman di mana engkau berada? Bukankah jika waktu ngobrolmu tadi engkau isi dengan kegiatan mengarang, berarti engkau telah memiliki banyak waktu untuk berbuat mengarang? Begitu kata saya mengingatkan.
Ah…..! Ngobrol kan lain, jawabnya. Ngobrol kan tidak membutuhkan konsentrasi berpikir sebagaimana jika saya mengarang.
Pandai juga engkau menjawab, balas saya. Namun sekali lagi saya ingatkan, jika engkau punya keinginan untuk bisa mengarang, kok tidak pernah mau mencobanya dengan waktu yang ada padamu, jangan pernah berharap engkau akan bisa mengarang seperti Pak Ahmad Tohari. Jangan pernah bermimpi engkau akan menjadi pengarang terkenal di negeri ini.
Terus apa yang perlu saya kerjakan sekarang? Tanya teman saya tadi.
Jawab saya ringan, mengarang, mengarang, dan mengaranglah sejak sekarang! Gantikan waktu ngobrolmu dengan kegiatan mengarang. Dua jam waktu untuk ngobrol, jika engkau ganti dengan mengarang, engkau akan menghasilkan tulisan berpuluh-puluh kalimat. Bahkan mungkin telah tercipta sebuah cerita pendek atau beberapa judul puisi sebagaimana tulisan yang engkau minati. Bagaimana?
Ya, okelah….! Mulai sekarang saya akan menuruti saran kamu. Saya akan mengambil pena dan kertas untuk mulai mengarang sekarang. Karena benar apa kata kamu, kegiatan mengarang tidak akan pernah terlaksana jika saya enggan memulainya sejak sekarang. Terlebih kalau saya masih cinta pada ngobrol ngalor-ngidul. Tentu cita-cita untuk jadi pengarang terkenal akan sangat jauh dari impian saya.
Bagus! Kataku. Daripada engkau ngobrol yang tak ada manfaatnya, yok bersama-sama kita mengarang sejak sekarang!***

Iklan

About sastrabocah

Sardono Syarief Lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Pendidikan: SD, SMP, SPG ditempuh di kota kelahiran, Pekalongan. Melanjutkan ke D-II dan S1 PGSD di UPBJJ Semarang dan Purwokerto, Jateng. Hobi menulis sejak di bangku kelas 6 SD lewat majalah dinding. Berlanjut di SMP hingga SPG Negeri Pekalongan (SMA 3) pada majalah dinding dan majalah sekolah "ASASSI" sebagai kontributor tulisan+anggota Redaksi bagian fiksi dan berita sekolah (1980-1982). Tahun 1983 mulai serius menulis puisi dan cerpen anak di media massa lokal maupun nasional hingga sekarang. Lebih dari 10 buku cerita anak-anak yang telah diterbitkan antara lain; Masih Ada Hari Esok, Anak-anak Kreatif, Roda-roda di Atas Jalan, Kerlip Lentera di Sudut Desa, Taman Mungil di Depan Istana, dll. Pernah juara dalam mengikuti sayembara mengarang naskah buku bacaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta tahun 2003 dan 2004 sebagai juara II dan III. Mulai Juni 2009 ikut bergabung sebagai anggota Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (Agupena) Jawa Tengah yang berpusat di Semarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s